Ibu STN, terimakasih telah datang ke kantor OPTIMA , di Jln. Arawana 12 Mionomartani Yogyakarta, beberapa waktu lalu. Dan terimakasih juga atas ijinnya untuk meng-upload laporan hasil pemeriksaan psikologis ananda berkaitan dengan kasus yang ibu sampaikan lewat rumah-optima.com belum lama kemarin. Moga-2 kebesaran hati ibu bermanfaat.
Ibu, STN
Dari hasil tes inteligensi yang dilakukan, disimpulkan bahwa ananda memiliki kapasitas intelektual diatas rata-rata ( CPM = P.95) Ia mampu memahami tugas yang disodorkan. Dan dengan dorongan secukupnya, ia dapat menjawab pertanyaan yang diajukan secara benar.
Berkaitan dengan kepribadiannya, ananda memiliki kepercayaan diri memadai, memang , adakalanya ia tidak yakin dengan kemampuan yang dimiliki. Sebenarnya ia memiliki keinginan untuk mengembangkan diri, namun hal ini tidak selalu tampak dan seolah-olah terhenti. Inisiatifnya untuk melakukan tugas-tugas social yang bersifat standar termasuk rendah. Ada ketidak seimbangan antara potensi, dorongan dan hal-hal yang dilakukan. Ia selalu membutuhkan dorongan dan pendampingan intensif . Mungkin ini berkaitan dengan kondisi emosi ananda yang tidak tenang. Perhatian dan suasana hatinya mudah terpengaruh oleh situasi sesaat yang ditemui dan dialami. Proses adaptasinya terhadap lingkungan dan tugas-tugas baru,cukup lama. Keterikatannya dengan keluarga cukup besar. Ia cenderung kurang komunikatif. Dalam banyak kesempatan ia lebih menyukai dan menikmati aktivitas-aktivitas yang lebih bersifat individual. Kondisi demikian sedikit banyak menghambat ananda dalam menjalin relasi dan kerjasama dengan orang lain. Sosialisasinya cenderung terbatas.
Adapun ketika menghadapi serangkaian tugas yang diberikan, ananda sejatinya mampu menyelesaikan dengan tuntas dan baik. Namun, ia selalu membutuhkan dukungan dan keterlibatan orang lain (ibunya). Lebih-lebih ketika menjumpai kesulitan atau hal yang tidak ia sukai.ananda cenderung cepat menyerah, sekalipun sebenarnya bisa.
KESIMPULAN DAN SARAN
Berdasarkan serangkaian assessment yang dilakukan, disimpulkan bahwa ananda adalah anak yang cenderung unik, ia memiliki pola hubungan social yang khas. Oleh karenanya orang tua disarankan untuk :
1. Senantiasa memberikan pengertian pada ananda tentang pentingnya sosialisasi, belajar dan sekolah.
2. Lebih tegas dalam mengarahkan dan aktivitas ananda.
3. Sebaiknya secara rutin ( 2 atau 3 hari sekali) mengajak ananda untuk berkunjung ke rumah teman, tetangga atau kerabat dan bermain di sana. Kunjungan sebaiknya dilakukan pada teman-teman yang berbeda.
4. Selain secara rutin berkunjung, juga sebaiknya mengundang anak-anak tetangga atau kerabat untuk bermain di rumah. Hal ini bisa dilakukan dengan merancang acara khusus, misalnya Ulang Tahun; Minum teh bersama, Pameran tunggal hasil karya anak, Syukuran dll.
5. Seyogyanya orang tua secara rutin juga mengajak ananda berjalan-jalan ke sekolah-sekolah khusus sekedar untuk observasi (dulu).
6. Sesekali lakukan metode bermain peran bersama ananda. Misalnya, ketika berada di rumah, orangtua dan ananda bisa bermain peran seolah-olah sedang berada di toko dan ananda pura-pura berbicara dengan pelayan untuk membeli sebuah barang yang menarik perhatiannya. Metode ini dilakukan pada berbagai situasi, berpura-pura di toko, berpura-pura di sekolah, berpura-pura ada di panggung, dll.
7. Buatlah jadwal kegiatan sehari-hari berdasarkan kesepakatan dengan anandademi tercapainya perkembangan social yang lebih baik. Hormati kesepakatan yang dibuat.
8. Selalu memberikan reward (penghargaan) atas usaha positif yang telah dilakukan ananda.
9. Bisa meneruskan pendampingan akademis yang telah dilakukan. Untuk itu perlu dirancang metode belajar yang variatif, kreatif dan menarik, agar ananda tidak bosan.
10. Selalu menjadi model dan contoh bagi perilaku ananda Anak biasanya mengamati dan belajar dari perilaku orang tuanya sendiri.
Yogyakarta, awal November 2009 Last update: 05-11-2009 01:45
|
|