Takut berkomunikasi dengan orang lain

By Dra. Niken Iriani LNH,Msi,Psi, on 14-04-2010 22:21

Views : 477

Favoured : 50

Published in : Arsip Konsultasi Online, Umum

 Liana ( ***liana@y****.com ) menulis: \n Alamat e-mail ini diproteksi dari spabot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya

Saya seorang pimpinan di sebuah bank perkreditan rakyat. Saat ini saya tidak dapat mengatasi rasa takut saya berkomunikasi dengan orang lain. Saya takut mereka marah atau menganggap saya tidak baik atau bukan orang yang menyenangkan. Apakah ini ada hubungannya dengan tinggi badan saya (140 cm) sehingga saya merasa kecil dihadapan orang lain sekalipun itu adalah bawahan saya. Apa yang harus saya lakukan? Terima kasih atas perhatiannya.

 Jawaban :

Sdr. Liana, terimakasih atas kunjungannya ke OPTIMA. Mengenai perasaan takut sdr untuk berkomunikasi, memang bisa saja berhubungan dengan tinggi badan sdr. Maksudnya, kondisi fisik sdr.lebih  mendominasi  ketenangan saudara ketika berkomunikasi., daripada materi yang dikomunikasikan.  Kondisi fisik saudara  mengganggu persepsi saudara.   Apakah ini keliru? Ya pastinya begitu, jika perasaan demikian  berlangsung terus menerus.  Saya yakin, sejatinya saudarapun sepakat bahwa tidak ada satupun manusia yang sempurna di dunia ini.  Setiap orang ada plus minusnya. Setiap orang ada lebih kurangnya. Setiap orang ada senang susahnya. Sekalipun objeknya sama, namun  arti bahkan nilai dari plus minus, lebih kurang ataupun senang susah tersebut, seringkali tidak sama antara orang satu dengan yang lain. Berkaitan dengan  kecantikan misalnya, kebanyakan orang memandangnya sebagai “plus”, menyenangkan.. tapi ternyata pada sebagian orang lain, justru sebaliknya, membuat susah, membuat ribet dsb… Materi juga begitu, berapa sih yang  ingin jadi orang kaya? Banyak sekali, ini karena materi dipersepsikan sebagai sebuah nilai “ plus” dan sumber “kesenangan”, namun apa pasti demikian? Kenyataannya, tidak sedikit orang yang juga kesulitan karena materi ini, sulit mendapatkan ketulusan, sulit mendapatkan ketenganan dsb.
Sdr Liana,  nilai dari hal-hal yang bersifat lahiriah memang relative, tidak selalu sama antara orang satu dengan yang lain. Namun tidak untuk urusan batin.  Semua orang, sama mendambakan kedamaian, kenyamanan, kebahagiaan dsb.  Dan sesungguhnyalah hal-hal yang bersifat lahiriah tadi merupakan sarana untuk mendapatkan yang bersifat batiniah. Untungnya, banyak sarana di dalam diri kita, di sekitar kita, yang bisa kita jadikan kendaraan untuk mencapai  suasana batin yang kita harapkan. Jadi?
Saatnya sekarang menengok, “sarana internal” apa telah ada pada saudara yang kira-kira membuat saudara tenang menjalin relasi dan komunikasi dengan orang lain? Temukan dan peganglah itu… maka,  hal-hal yang tadinya kita pandang sebagai “minus, kurang, susah” akan tumbuh dan berubah sebaliknya.

Butuh waktu memang, tetapi bukankah untuk memetik hasil orang mesti menyemai terlebih dahulu?
Dan akhirnya kita akan sepakat  juga bahwa ternyata,  “ banyak jalan menuju Roma” .. banyak cara menemukan bahagia.

Selamat bekerja !

Last update: 14-04-2010 22:21

User comments Quote this article in website Favoured Print Send to friend Save this to del.icio.us Related articles Read more...
PDF
 
Rumah-optima
School Joomla Templates and Joomla Tutorials