|
Nona menulis : Selamat malam bu, Beberapa hari ini saya selalu sulit untuk tidur. Mungkin ini karena beberapa hari ke depan, saya sudah akan menjadi istri orang. Sebenarnya bukan-nya saya belum kenal sama seklai dengan calon saya ini bu.. kami sudah saling mengenal sebelum akhirnya sepakat untuk menikah. Cuma..memang pra-nikah kami tidak sma dengan kebanyakan orang.Maksud saya, kami jarang ketemu-an berdua saja. Selalu ada pihak ketiga yang menemani kami. Apa karena ini ya bu, hanya jadi...gimana ya, perasaan saya gak karuan-lah. Takut, deg-degan, seneng, bingung dsb..makin mendekati hari H, deg-degan saya makin kuat... apa pasti begini sih bu, orang yang mau nikah?.. Ibu bisa bantu saya ? Terimakasih sebelumnya atas balasan ibu..
Hai, maaf sekali baru dibalas. Oiya tentunya pertama-tama saya mengucapkan “selamat menempuh hidup baru”. Saya juga berharap hari-hari ini saudara sudah mulai enjoy dengan “lembaga baru” yang beberapa waktu lalu saudara bina. Bagaimana, masih penasaran dengan hidup berumah tangga? Iya.. hal ini biasa terjadi, saudara tidak perlu berkecil hati. Sudah semestinya 2 orang dewasa yang belum lama saling mengenal, karena “ijab qabul” harus memiliki dan menjadi 1 dalam hal visi dan misi hidup berkeluarga. Menilik dari surat saudara yang singkat kemarin, saya yakin “ikatan” yang saudara bina memiliki dasar yang kuat, yaitu “aqidah”. Sekalipun demikian factor “latar belakang, kepribadian dan kebiasaan” yang belum tentu sama, akan selalu menjadi ujian bagi saudara berdua dalam menyatukan visi dan misi tadi. Dan ini tidak cukup diselesaikan dengan aqidah saja, domainnya sudah lebih luas. Manakala saudara menemui “benturan”, sangat klise jawabannya, berkomunikasilah dengan sabar dan seksama. Komunikasi memang kata kunci bagi masalah dan kasus apapun, namun ironisnya tidak semua orang mampu berkomunikasi. Ini memang lebih berkaitan dengan teknis. Jika demikian belajar menjadi tuntutannya, namun jangan dipaksakan. Selalulah terbuka untuk belajar memahami hal-hal baru yang saudara jumpai, karena kadang-kadang komunikasi tidak selalu lisan sifatnya. Pada beberapa orang komunikasi kadang berbentuk tindakan, oleh karena itu masing-masing pihak sangat perlu untuk peka terhadap aktivitas atau tindakan pasangannya. Oke, sekali lagi selamat menempuh hidup baru, mudah-mudahan “bahtera” saudara akan terus melaju dan kokoh mengarungi dunia, tanpa batas. Last update: 31-03-2010 19:31
|