|
irum@.... menulis: Assalamu'alaikum, wr.wb. Anak saya 1 laki-laki umur 5 th. Mengapa kalau diajak belajar susahnya bukan main ya bu, ada saja alasan yg dia kemukakan Waktu umur 4 th sempat masuk tk nol kecil dan hanya berjjalan 1 semester.Dia tidak mau masuk lagi krn pernah dinakali temennya. Saya pikir-pikir ya udah besok masuk lagi tahun ajaran baru yg akan datang lagi aja. (selama sekolah di tunggu neneknya) Mohon saran dari Ibu, Terimakasih atas jawabannya Wassalamu'alaikum wr.wb.
Wa'alaikumsalam wr.wb. Terimakasih atas kunjungannya di OPTIMA.. dan saya mohon maaf baru saya reply sekarang. Mudah-mudahan masih bermanfaat....Tentang ananda yang enggan belajar..kalau memperhatikan usianya yang masih 5 thn, memang masih mungkin untuk belum stabil semangatnya. Thorndike, seorang tokoh Psikologi yang sangat berpengaruh, pernah menyatakan bahwa seseorang akan cenderung mengulangi aktivitas yang memberinya rasa senang atau puas..dan sebaliknya, akan tidak melakukan apapun terhadap hal-hal yang membuatnya tidak senang,marah atau kecewa dll yang mengindikasikan kondisi tidak enak. Aktivitas yang dibatasi, peraturan - peraturan yang terlalu banyak, orang-orang yang tidak mendukung atau selalu mengevaluasi, adalah beberapa gejala yang sangat peka dirasakan oleh anak. Dan hal-hal tersebut mengarah pada situasi yang tidak membuat anak nyaman melakukan berbagai aktivitas termasuk belajar. Dengan kata lain, untuk membuat anak mau atau "jenak" belajar, maka aktivitas belajar mesti disajikan dengan menarik. Kemenarikan bisa diperoleh melalui materi yang dipelajari; media belajar yang dipilih; waktu belajar yang nyaman atau bahkan mungkin aktivitas lain yang menyertai. Namun demikian , sejatinya anak usia 4 - 5 th memang belum saatnya untuk diwajibkan belajar dengan keras. Pada usia itu dominasi aktivitasnya adalah bermain. Justru ketika bermain itulah ia belajar. Lalu, apakah tidak perlu dibiasakan? Kalau yang dimaksudkan belajar adalah duduk manis menghadapi buku, maka orang tua perlu tahu bahwa anak-anak usia 4 - 5 th memiliki kemampuan efektif belajar atau mampu berkonsentrasi secara penuh dan terarah hanya selama 25 - 30 menit. Setelah itu mereka cenderung ingin berlari-lari dll. Jika kondisi seperti ini tidak dicermati, bisa jadi suasana akan heboh. Kalau di kelas, mungkin akan kita jumpai anak-anak yang usil mengganggu temannya, berlari-lari kesana kemari, berteriak-teriak dll. Bapak/ibu, Untuk ananda yang masih 5 tahun, tidak perlu dipermasalahkan sekali jika ia belum "jenak" belajar. Namun demikian, ia mesti selalu distimulasi untuk menggunakan waktunya secara terarah. Insyalloh dengan pembiasaan yang baik sejak dini, anak akan mudah untuk melaksanakan tugas perkembangannya. Tidak ada yang merugikan dari sebuah pembiasaan yang baik. Demikian. Mudah-mudahan cukup memberikan inspirasi mendampingi putranda. Last update: 20-07-2009 06:26
|