|
priatmadjididiet@g..... menulis: Assalamua'laikum wr wb, Mau tanya bu, anak saya perempuan, 17thn, sangat pendiam baik di rumah maupun di sekolah. sampai kadang terkesan cuek banget. nggak suka tampil, gak suka dandan, lebih suka asyik sendiri yaitu baca buku, main game/komputer/PS atau asyik dgn HPnya, atau belajar sendiri. Guru2nya suka ragu2 apakah dia bisa menerima pelajaran, krn gak pernah tanya. Tapi nilainya bagus, dulu lulus SMP dgn nilai UAN rata2 9,0. Minatnya thd bahasa Jepang sangat tinggi, punya kamus bhs Jepang, bisa nulis & baca bhs Jepang. Sering jadi rujukan teman2nya, tapi kalau dibilang dia pinter bhs Jepang dia bilang nggak, belum bisa apa2.. Ditanya mau kuliah jurusan apa dia bilang gak tau. Gimana bu untuk mengarahkan anak saya? Terima kasih sebelumnya Wasalam, Wa’alaikumsalam
Terimakasih pak Pri atas kunjungannya ke OPTIMA, tapi maaf ya ..mungkin jawaban saya terasa terlalu lama. Tentang anak introvert, memang demikian adanya beberapa ciri yang dimiliki. Karakteristik yang utama dari mereka memang tidak mudah tergugah oleh lingkungan, bahkan juga tidak mudah diiming-imingi. Dalam banyak hal perilakunya lebih dimotivasi oleh faktor instrinsik. Pribadi introvert cenderung menentukan standard bagi dirinya. Dalam bersosialisasi, seorang introvert memerlukan waktu yang agak lama untuk bisa nyaman terlibat di lingkungannya. Mereka sangat selektif dalam memilih lingkungan dan teman. Tetapi bila sudah menjalin persahabatan biasanya akan bertahan lama dan mendalam. Pribadi introvert memang cenderung lebih menekankan kwalitas pertemanan daripada banyaknya relasi. Jika memang merasa tidak perlu, dia juga tidak akan berlaku manis atau memanipulasi tingkah lakunya.
Apakah yang demikian aneh ? Sehingga bapak merasa perlu untuk berbagi cerita dengan OPTIMA.Tidak bapak. Ada tolok ukur yang berbeda untuk mengatakan seseorang aneh atau tidak. Sama halnya dengan prestasi ananda yang bagus maupun minatnya yang lebih pada bahasa Jepang.Tingginya nilai UAN yang dimiliki karena memang ananda memiliki kapasitas untuk mendapat lebih dan suka belajar. Begitupun minatnya di bidang bahasa. Prestasi dan minat adalah dua hal yang tidak sama domainnya dengan kepribadian, namun saling mempengaruhi.
Pak Priatmadji, prestasi dan minat memiliki hubungan yang signifikan dengan otak, dalam hal ini susunan syaraf. Dan setiap otak memiliki susunan saraf yang berbeda. Ada delapan sistem fundamental pembelajaran yang mempengaruhi kemampuan perkembangan saraf, dan akan memperkuat kemampuan bidang tertentu, yaitu: bahasa (linguistic), matematika (mathematical), musik (musical), ruang bidang (spatial), fisik/tubuh/kinestetik (bodily/kinesthetic), kemampuan bersosialisasi (interpersonal and intrapersonal), kealaman (naturalist), and spiritual (existential). Ada anak yang kuat dalam area tertentu, ada yang kuat di area-area lainnya, tetapi tidak seorang pun yang memiliki kemampuan yang sama dalam kedelapan-delapannya. Kemampuan yang kuat dalam area tertentu sering kita sebut dengan istilah bakat.
Pak Priatmadji, bisa jadi ananda memang berbakat di bidang bahasa. Namun untuk lebih mantapnya :
1. Berilah pilihan banyak kegiatan. Ikutkan ananda pada bermacam-macam kegiatan, baik yang bersifat kognitif, afektif maupun psikomotorik. Dengan semakin variatif aktivitas yang diikuti diharapkan ananda lebih berkembang kemampuanya, sehingga bapak akan mengetahui ananda memiliki potensi apa.
2. Amati kegiatan yang paling disukai dan tidak disukai. Lakukan pengamatan kepada setiap yang dilakukan ananda untuk mengetahui sejauh mana ananda tertarik dan mampu menikmati kegiatannya. Kemudian coba divariasikan kegiatan yang disukainya tersebut, sehingga ananda mungkin akan terus suka atau tidak. Jika ia benar-benar nyaman dan menikmati maka bapak dan ibu bisa lebih mengembangkan kemampuanya pada bidang yang disukainya itu dengan menyediakan fasilitas agar ada peningkatan potensinya.
3 Jalinlah komunikasi dengan guru untuk berbagi informasi. Usahakan ada komunikasi yang baik dengan gurunya sehingga ada sharing atau saling berbagi informasi terutama yang dikerjakan ananda di sekolah, sehingga bapak dan guru bisa saling berdiskusi untuk mengarahkan ananda (sebaiknya mengembangkan potensinya pada bidang yang disukai).
4. Untuk lebih meyakinkan lakukan tes bakat dan minat. Di tangan yang benar data-data tes bakat, akurat untuk mengarahkan ananda.
Pak Priatmadji, setiap anak dipercaya memiliki bakat unik, tidak seorang anakpun yang tidak berbakat. Namun adakalanya bakat anak tidak bisa langsung terlihat begitu saja, sehingga bisa terjadi banyak bakat yang luput dikembangkan. Karenanya orang tua harus mengenali dan memahami bakat yang dimiliki anaknya.
JIka bapak tinggal di Yogyakarta atau Solo silakan datang ke OPTIMA, kami hadir untuk membantu bapak/ibu dalam mempersiapkan masa depan ananda dengan cara mengenali, memahami, dan mengembangkan bakat unik ananda.
Demikian pak Priatmadji, mudah-mudahan cukup memberikan inspirasi untuk mengarahkan ananda menemukan dunianya.
Last update: 26-06-2009 23:18
|