Kuliah Lagi

By Dra. Niken Iriani LNH,Msi,Psi, on 05-07-2010 01:57

Views : 170

Favoured : 21

Published in : Arsip Konsultasi Online, Pendidikan

 

Galuh E.M ( ina******@yahoo.com) Menulis : 

Selamat Malam Bu Niken,

Perkenalkan, saya Ina. Saya mengenal Ibu Niken dari ayah-ibu saya Bp. Sentot & Ibu Uniek di Jogja. yang baru saja sms, dan beliau baru saja kembali dari rumah Ibu Niken & menyarankan utk segera berkonsultasi dengan Ibu.

Saya lulusan Psikologi tahun 2006, ibu. dan terus terang saya merasa kurang dapat beraktualisasi pada pekerjaan saya sekarang, karena tidak sesuai dengan latar belakang pendidikan saya.

Saya memendam keinginan untuk melanjutkan profesi Psikologi & S2, karena saya merasa sudah terlampau tua untuk sekolah lagi, walaupun saya tau tidak ada kata terlambat untuk belajar. tetapi saya takut ketika saya lulus nanti, karir saya sudah jauh tertinggal oleh teman2 saya. mengingat saya juga belum pernah mendapatkan pekerjaan yang sesuai dg latar belakang pendidikan saya. (takut jadi sarjana tinggi tapi ngaggur, bu..) hehe

Mohon pencerahan dari ibu ya..

Terima kasiiihh banyak sebelumnyaa..


 Jawaban:

Mbak Ina, terimakasih sudah berkunjung ke OPTIMA. Benar, beberapa hari lalu Bpk dan Ibu Sentot silaturrahmi ke kediaman saya. Maaf ya kalau balasan ini terlalu lama dirasa. Tentang o rencana mbak Ina untuk studi lagi, sudah barang tentu sangat bagus. Tidak ada kata terlambat dan rugi untuk studi. Apalagi  studi profesi. Jadi, seperti yang pasti sudah diketahui oleh  para Sarjana Psikologi, jika ingin mengambil program S2, ( entah di UI, UGM, UNPAD, Unair, atau di universitas lain )  perlu  menentukan pilihan, apakah kelak hendak terjun di dunia akademisi atau peneliti (MSi), ataukah ingin menekuni bidang profesi/praktisi (MPsi).  Dan sebagaimana diketahui juga, mereka yang terjun di bidang praktisi inilah,yang berhak membuka praktek layanan jasa psikologi seperti konseling, rekruitmen, terapis dll, mereka yang disebut Psikolog.   Dengan demikian, Psikolog, tidak harus bekerja dalam instansi tertentu, ia bisa mandiri,  sekalipun, dalam prakteknya, bekerjasama dengan psikolog lain manakala membuat lembaga psikologi (terapan).  Kita bisa ambil contoh, klinik-klinik kesehatan, yang didukung oleh beberapa dokter spesialis.  Lembaga Psikologi, bisa juga begitu, mbak Ina bisa saja rame-rame mendirikikan lembaga psikologi, yang didukung oleh teman-teman  Psikolog Klnis, Psikolog Industri, dan Psikolog Pendidikan.  Tidak jarang, dengan bekerjasama jauh lebih cepat perkembangannya. Secara psikis juga lebih ringan, semuanya ditanggung bersama, dan saling mengisi. Sehingga  perasaan-perasaan “tertinggal” dari yang lain akan dapat teratasi. Karena  dengan kerjasama masing-masing akan saling mendapat tambahan ilmu dan pengalaman.  Tentu saja yang perlu dimatangkan adalah kesepakatannya. Perkembangan yang berkaitan dengan profesi, harus selalu di update, melalui organisasi profesi (HIMPSI). Sekarang HIMPSi juga sudah lebih  luas jangkauan keberadaannya, mengingat alumni Psikologi juga sdh sangat banyak.  Begitu mbak Ina, mudah-mudahan tidak membuat makin bingung.  Selamat menentukan pilihan ya.. tidak ada yang rugi dengan sekolah lagi, apalagi di Psikologi.
Salam
 

Last update : 05-07-2010 01:57

   
Quote this article in website
Favoured
Print
Send to friend
Related articles
Save this to del.icio.us

Users' Comments  RSS feed comment
 

Average user rating

   (0 vote)

 


Add your comment
Name
E-mail
Title  
Comment
 
Available characters: 600
   Notify me of follow-up comments
   
   

No comment posted



mXcomment 1.0.9 © 2007-2010 - visualclinic.fr
License Creative Commons - Some rights reserved
PDF
 
Rumah-optima
School Joomla Templates and Joomla Tutorials