Selamat Datang Di beranda rumah Optima
TES Bakat

By Dra. Niken Iriani LNH,Msi,Psi, on 02-09-2009 23:41

Views : 3414

Favoured : 49

Published in : Arsip Konsultasi Online, Pendidikan

 me...l@yahoo.com  menulis :

Assalamu'alaikum mbak Niken....

Saya Mezi mau nanyakan tentang jurusan yang cocok untuk anak saya perempuan karena tahun depan mau kuliah tp sampai sekarang belum mantep jurusan/fakultas yg dipilih. Giman caranya ya mbak ? Dia dari IPA, Ada semacam tes yg bisa untuk membantu mengarahkan atau ada cara lain, mohon masukannya. Thank, Wassalamu'alikum wr. wb.

 

Last update: 02-09-2009 23:41

User comments Quote this article in website Favoured Print Send to friend Save this to del.icio.us Related articles Read more...
PDF
 
Mengubah kepribadian

By Dra. Niken Iriani LNH,Msi,Psi, on 20-07-2009 05:32

Views : 3364

Favoured : 31

Published in : Arsip Konsultasi Online, Umum

 hmadni******@.......menulis:

Asalamuallaikum Wr Wb

 saya adalah mahsiswa semester 5 sekarang di salah satu perguruan tinggi swasta di malang. saya sudah cukup lama untuk mencari jalan keluar agar saya bisa mendapatkan tempat di pergaulan sehari hari saya, akan tetapi hingga sekarang saya masih sulit sekali bergaul. Saya suka sekali untuk mengerjakan sesuatu dengan individu karena saya menganganggap teman2 saya kurang berperan dan membantu sehingga sering kali saya mengerjakan sebagian besar tugas inti dan sisanya saya bagi tugas terhadap temen2 saya.

saya sudah lebih kurang 10 tahun seperti ini. saya sdah berusaha untuk membuka diri, gabung dengan teman2 saya namun hasilnya nihil. saya tetap tidak bisa membaur secara sempurna terhadap teman2 saya dan saya takut untuk keluar dari komunitas yang sudah saya kenal sebelumnya. selama ini saya selalu merasa sendiri dan semuanya yang berada dalam lingkungan saya selalu saya anggap sebagai pendamping yang tidak begitu berperan. saya juga apabila sedang menghadapi masalah selalu sangat terbawa dan masalah itu sering kali berlarut larut dahulu sebelum akhirnya saya selesaikan sendiri, jarang sekali saya meminta bantuan orang terdekat. trauma terhadap hubungan yang saya bangun juga sangat berpengaruh dengan pemikiran saya saat ini, saya jadi cenderung berpikiran negatif yang berlebih dan terlalu menghakimi seseorang, padahal saya belum begitu mengenal dan dekat dengan orang tersebut. apa yang harus saya lakukan?? kenapa saya selalu berpikiran ngetif tersebut? apakah solusi terbaik yang dapat saya lakukan untuk mendapatkan tempat di lingkungan saya sekarang??

 

Last update: 20-07-2009 06:27

User comments Quote this article in website Favoured Print Send to friend Save this to del.icio.us Related articles Read more...
PDF
 
Anak yg pendiam ( introvert )

By Dra. Niken Iriani LNH,Msi,Psi, on 26-06-2009 23:18

Views : 4220

Favoured : 34

Published in : Arsip Konsultasi Online, Anak & Keluarga

 priatmadjididiet@g.....  menulis:

Assalamua'laikum wr wb,

Mau tanya bu, anak saya perempuan, 17thn, sangat pendiam baik di rumah maupun di sekolah. sampai kadang terkesan cuek banget. nggak suka tampil, gak suka dandan, lebih suka asyik sendiri yaitu baca buku, main game/komputer/PS atau asyik dgn HPnya, atau belajar sendiri. Guru2nya suka ragu2 apakah dia bisa menerima pelajaran, krn gak pernah tanya. Tapi nilainya bagus, dulu lulus SMP dgn nilai UAN rata2 9,0.  Minatnya thd bahasa Jepang sangat tinggi, punya kamus bhs Jepang, bisa nulis & baca bhs Jepang. Sering jadi rujukan teman2nya, tapi kalau dibilang dia pinter bhs Jepang dia bilang nggak, belum bisa apa2..  Ditanya mau kuliah jurusan apa dia bilang gak tau. Gimana bu untuk mengarahkan anak saya?

Terima kasih sebelumnya

Wasalam,

 


Wa’alaikumsalam 

Terimakasih pak Pri atas kunjungannya ke OPTIMA, tapi maaf ya ..mungkin jawaban saya terasa terlalu lama.  Tentang anak introvert, memang demikian adanya beberapa ciri yang dimiliki. Karakteristik yang utama dari mereka memang  tidak mudah tergugah oleh lingkungan, bahkan juga tidak mudah diiming-imingi. Dalam banyak hal perilakunya lebih  dimotivasi oleh faktor instrinsik. Pribadi introvert cenderung menentukan  standard bagi dirinya. Dalam bersosialisasi,   seorang introvert memerlukan waktu yang agak lama untuk bisa nyaman terlibat di lingkungannya. Mereka sangat selektif dalam memilih lingkungan dan teman.   Tetapi bila sudah menjalin persahabatan biasanya akan bertahan lama dan mendalam. Pribadi introvert memang cenderung lebih menekankan kwalitas pertemanan daripada banyaknya relasi. Jika  memang merasa tidak perlu, dia juga tidak akan berlaku manis atau memanipulasi tingkah lakunya.

Last update: 26-06-2009 23:18

User comments Quote this article in website Favoured Print Send to friend Save this to del.icio.us Related articles Read more...
PDF
 
Anak enggan belajar

By Dra. Niken Iriani LNH,Msi,Psi, on 20-07-2009 05:24

Views : 3295

Favoured : 30

Published in : Arsip Konsultasi Online, Anak & Keluarga

irum@....  menulis:

Assalamu'alaikum, wr.wb.

Anak saya 1 laki-laki umur 5 th. Mengapa kalau diajak belajar susahnya bukan main ya bu, ada saja alasan yg dia kemukakan

Waktu umur 4 th sempat masuk tk nol kecil dan hanya berjjalan 1 semester.Dia tidak mau masuk lagi krn pernah dinakali temennya. Saya pikir-pikir ya udah besok masuk lagi tahun ajaran baru yg akan datang lagi aja. (selama sekolah di tunggu neneknya) Mohon saran dari Ibu, Terimakasih atas jawabannya

Wassalamu'alaikum wr.wb.

 

Last update: 20-07-2009 06:26

User comments Quote this article in website Favoured Print Send to friend Save this to del.icio.us Related articles Read more...
PDF
 
MEMBANTU ANAK BERHASIL di SEKOLAH PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Dra. Niken Iriani LNH,Msi,Psi   
Senin, 25 Mei 2009 14:49

Banyak orang tua mulai tumbuh kesadaran akan pentingnya “bersekolah” dan  sadar  akan arti “sekolah”. Bahkan tampaknya sekarang ini mengenyam pendidikan yang baik bukan lagi sebagai suatu pilihan, tetapi sebagai suatu kebutuhan. Ini karena, pendidikan membuka peluang karier dan social serta meningkatkan kesempatan  untuk menjalani hidup bahagia dan produktif .

Akan tetapi tidak jarang ada pula alasan lain untuk menyekolahkan anak yakni ingin menyerahkan beban pendidikan / tugas pendidikan ke sekolah (dan para pendidik) – entah karena memahami adanya “nilai lebih ” di sekolah, atau karena frustrasi, sulit mengarahkan anaknya sendiri di rumah (jadi biar tidak pusing-pusing, anaknya di sekolahkan). Banyak  orang tua    mencari sekolah plus, untuk bisa mengatasi “kekurangan” yang ada di rumah atau di dalam pola asuhnya terhadap anak. Namun, sayang,  setelah  memasukkan anaknya  ke sekolah “plus”,   terkadang kemudian lupa, tidak mempelajari dan mengambil “nilai plus-nya” untuk diterapkan di rumah. Akibatnya, di rumah tetap minus dan “plus”-nya tertinggal di sekolah.  

Di satu sisi, tidak sedikit kita jumpai  banyak pula anak yang belum belajar dengan baik di sekolah, sebagaimana keinginan orang tua mereka ( malas mengerjakan tugas sekolah, sulit memahami dan mengingat pelajaran, sering ditegur guru karena terlalu banyak cakap dll)  akhirnya pendidikan formal tidak bisa menjamin keberhasilan hidup anak .

 

Apa yang bisa dilakukan orang tua ?

 

Selanjutnya...
 
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 Berikutnya > Akhir >>

Halaman 4 dari 7
Rumah-optima
School Joomla Templates and Joomla Tutorials